Tuesday, June 18, 2013

[Fanfic] In My Eyes - BaekJi - ExoPink


In My Eyes
~
Jung Eunji Of Apink and Byun Baekhyun of EXO
~
Angst, Drama, Hurt and Comfort
~
AU, Unseen Typo, OOC maybe, some gajeness
~
This story is mine, and Baekhyun too!!! Hwahahaha
~
Don't like? Bitch please n_n

“Baekhyun-ssi,”

“Panggil aku oppa, Eunji-ya,” jawab Baekhyun pada kekasihnya, Jung Eunji. Wanita pertama yang ia cintai, dan yang pasti yang terakhir. Walaupun keadaan Eunji tidak sesempurna wanita lainnya.

Eunji tersenyum. “Oppaaa,” panggil Eunji manja. “Bagaimana keadaan hari ini? Cerah? Aku merasakan hawa musim dingin.” Lanjutnya.

Baekhyun melihat ke jendela dari dalam ruangan itu. Ia menjelaskan bahwa diluar tidak terlalu cerah juga tidak terlalu gelap. Seperti akan turun hujan. Orang-orang diluar sana berlalu mengenakan mantel super tebal. Ya, Eunji benar. Sebentar lagi musim dingin akan tiba.

“Aku ingin melihat butiran salju yang katanya indah itu,” ucap Eunji. Setitik air matapun meluncur menuruni pipinya.

Baekhyun menatap lekat-lekat gadis pujaannya itu. Kemudian dipeluknya dengan erat gadis rapuh tersebut. Tangisannya pun makin menjadi, sementara Baekhyun terus mengusap rambut Eunji dalam diam. Sesungguhnya hati laki-laki berwajah manis tersebut telah menangis raung tanpa Eunji ketahui.

~.~

There's a song that's inside of my soul
It's the one that I've tried to write over and over again
I'm awake in the infinite cold.
would you sing to me over and over again

Baekhyun begitu menikmati suara kekasihnya. Bagaikan memadu kasih di sebuah tempat paling romantis di dunia bersama Eunji. Ia pun menangkap tangan Eunji yang sedari tadi mengelus surai rambutnya. Ditatapnya lekat-lekat wajah kekasihnya yang memandang kosong entah kemana itu. Rasa haru menyeruak batinnya.

“Apa yang kau lihat?” tanya Eunji.

“Wajahmu,” jawab Baekhyun.

“Apa aku cantik?” tanya Eunji lagi.

Baekhyun terdiam. Pandangannya meneliti setiap inci wajah Eunji. Cantik. Sangat cantik. Ia pun tersenyum betapa beruntungnya mendapatkan Eunji yang cantik bukan hanya luarnya saja, tapi hatinya juga.

“Kau… jelek, chagi. Wajahmu kusam, banyak noda hitam, pipimu gembul, pokoknya tidak enak dipandang,” jawab Baekhyun sambil menahan tawa.

Bukannya marah, Eunji malah tersenyum. “Lalu, kenapa kau mau berpacaran denganku?”

“Karena kau malaikat,”

“Malaikat tidak berwajah kusam sepertiku,”

Baekhyun bangun dari baringannya. “Kau malaikatku, Jung Eunji,” jawab Baekhyun dan membawa Eunji pada sebuah ciuman yang manis.

~.~

Baekhyun hanya menatap nanar ke dalam ruang rawat Eunji melalui celah pintu yang sedikit terbuka.

Eunji terjatuh dari tempat tidurnya. Dan ia berusaha bangkit sambil meraba-raba sekitarnya. Bibirnya begetar menahan tangis. “Gelap... gelap…” begitu gumamnya terus menerus hingga ia berhasil meraih kaki meja yang berada didekatnya. Dengan susah ia bangkit berpegangan pada kaki meja tersebut hingga akhirnya ia berdiri.

Setelah itu ia mulai berjalan perlahan sambil meraba-raba apa yang ada dihadapannya hingga ia berhasil menyentuh tempat tidurnya dan duduk dipinggirannya. Tak lama setelah itu terdengar tangis pilu Eunji.

Disamping itu, Baekhyun meninggalkan kamar inap Eunji dengan mimik wajah yang tidak bisa dijelaskan.

Empat minggu yang lalu, Eunji beserta orangtua beserta kakaknya merencanakan untuk bertolak dari Seoul ke Busan untuk acara keluarga. Namun naasnya keluarga Jung mengalami kecelakaan hebat. Hanya Eunji yang selamat, namun ia mengalami trauma dan buta permanen. 

Hanya Baekhyun, cinta pertama yang sekaligus kekasihnya yang ia punya sekarang. Baekhyun yang selalu menyemangatinya. Dan sebagai pembuktian bahwa cinta Baekhyun pada Eunji benar-benar tulus dan murni.

~.~

“Buka matamu perlahan, nona. Aku tahu pasti asih merasa sakit,” ucap dokter wanita berambut coklat tersebut.

Eunji membuka perlahan kedua matanya. Seberkas cahaya matahari terasa menusuk matanya karena Eunji mulai terbiasa dalam gelap.

Pelan-pelan ia mulai melihat tiga orang di depannya, dua orang perempuan dan seorang laki-laki, namun masih terlihat buram.

“Buram,” ucap Eunji.

“Coba tutup matamu sekali lagi, lalu buka perlahan,” ucap dokter pria berbadan tambun tersebut.

Eunji pun menurutinya. Ia menutup mata dan membukanya sekali lagi. Dan…

“Shin… Dong… Hee. Shin Donghee-ssi,” ucap Eunji mengeja nametag dokter berbadan tambun yang ternyata sudah berada disampingnya.

Dokter Shin Donghee itu pun tersenyum puas. “Kita berhasil,” ucapnya pada kedua rekan kerjanya. Eunji kembali menangis dengan haru dan senang.

~.~


Sudah dua hari Baekhyun tidak mengunjungi Eunji. Padahal ini adalah kabar bagus bagi keduanya. Eunji sudah bisa melihat lagi dan mereka bisa berjalan-jalan bersama. Memandangi salju yang sedang turun di luar sana berduaan. 

Jujur Eunji kecewa. Ia juga sejujurnya sudah sangat ingin keluar dari sini. Namunmasih ada beberapa tes pemeriksaan yang harus ia lalui.

Ia mulai bosan. Ia melihat lemari meja nakasnya dan membukanya. Mungkin kososng pikirnya namun ia salah. Ada sepucuk surat disana. Ia pun membukanya.

Yang tercinta gadisku, Jung Eunji

Saat kau membuka surat ini dan membaca tulisanku yang jelek ini, berarti kau sudah bisa melihat dengan mataku.

Sungguh aku sangat mencintaimu, chagiya. Betapa beruntungnya aku mendapatkan gadis sepertimu. Tapi aku tak yakin untuk bisa bersamamu. Setidaknya ini yang bisa aku lakukan untukmu. Aku tak ingin kau terus-terusan menangis dalam kegelapan dan mengubur impianmu untuk menjadi penyanyi terkenal.

Jagalah mata ini, chagiya. Jangan terlalu larut dalam kesedihan. Aku hidup dalam dirimu dan akhirnya kita berdua bisa melihat dalam pandangan yang sama. Kejarlah impianmu sebagai penyanyi. Hantamlah dunia dengan suara emasmu. Dan… temukanlah pengganti diriku.

Saranghae

From : Byun Baekhyun

Bisa ditebak Eunji menangis sekeras-kerasnya hingga beberapa suster jaga berdatangan dan menenangkan dirinya.

~.~

“Eh lihat headline news majalah ISSUE hari ini! Penyanyi baru bernama Byun Eunji itu meraih penghargaan All Kill dan Best New Comer Artist!”

“Eh dia cantik ya?”

“Apa nama lagu duetnya itu? Short Hair ya? Aduhhh aku belum download!!!”

“Tunggu sebentar, bukannya di profilenya ia bermarga Jung? Kenapa jadi Byun?”

“Entahlah. Di awal debutnya ia memperkenalkan diri seperti itu. Tapi aku tak perduli! Dia cantik dan suaranya juga bagus! Tapi yang lebih penting, matanya indah!!!”

-End-


1 comment:

Yang udah berkunjung mohon tinggalkan untuk komentar. Saranghaeyo <3