Wednesday, April 24, 2013

[Fanfic] Awake - Part 02 - KaiEun - ExoPink Fanfic


Title : AWAKE

Length/Part : Chapter,  2/?

Cast : Kim Jongin (Kai), Son Naeun,  Hong Yookyung, Park Chorong, Yoon Bomi, Jung Eunji, Kim Namjoo, Oh Hayoung

Rate : T for Tua #plak -_-v

Genre : School, Hurt and Comfort, Friendship, Romance

Disclaimer : Story belong to me ME and the character belong to theirs.
.
Don’t like? Don’t read! Easy right than you spend your time for bashing

.
Menjadi seorang penyusup memanglah tidak mudah. Apalagi bagi orang yang baru pertama kali melakukannya.

Suasana di dalam rumah itu sangat sepi. Padahal dihuni oleh tujuh orang gadis. Setahu Kai, gadis-gadis itu sangatlah berisik. Itu menurut pengalamannya. Hehe.

Setelah berulang kali menengokkan kepala ke kanan dan ke kiri, dan setelah mendapatkan feeling aman, ia pun segera kabur dari dapur, tempat dimana ia masuk pertama kali, menuju ke sebuah tangga putih besar yang tak jauh dari ruang itu. Dengan segera ia melangkahkan kakinya ke lantai 2. Itu juga menurut feelingnya, mungkin kamar-kamar anak perempuan berada di lantai 2.

Perlahan-lahan ia menaiki tangga tersebut. Sempat terkejut juga dirinya pada suara-suara aneh yang terjadi di sepanjang tangga. Seperti dalam film atau drama horor saja, batinnya.

Sesampainya diatas, ia langsung saja masuk kesebuah kamar yang tak jauh dari pangkal tangga. Pasalnya ia mendengar langkah kaki dari bawah tangga. Ditempelkannya telinganya pada daun pintu dari dalam, berusaha mendengarkan pergerakan yang terjadi di luar sana.

Langkah kaki itu terdengar berlalu begitu saja di luar sana. Kai pun bernafas dengan lega. Tapi mungkin itu berlangsung sementara saja. Masalahnya, ia tak tahu sekarang berada di ruangan apa. Baru tersadar bahwa ia mencium bau parfum khas wanita dari ruangan itu. Ia pun membalikkan badannya.

Dan badannya pun kaku seketika.

Matanya melebar.

“Maaf.” Hanya itu yang keluar dari mulutnya.

Tak jauh di depannya, seorang wanita yang kira-kira lebih tua darinya sedang dalam posisi hendak membuka baju. Atau mungkin sudah membukanya, tapi pergerakannya terhenti saat Kai masuk.

“Kamu… siapa?” tanya wanita itu, dengan mata yang tak kalah melototnya dengan Kai.

“Kai…” jawabnya dengan senyum nelangsa. Entah mengapa di saat seperti ini ia sempat-sempatnya tersenyum.

‘Cklek’

“Eonni!!!”

‘Duagh’

Dan semuanya pun menjadi gelap.
.

.
Terdengar erangan kecil dari mulut Kai. Perlahan ia mengerjapkan matanya. Menangkap seberkas cahaya berwarna putih yang tepat berada di atasnya.

‘Nyut’

“Aishh!” erangnya lagi saat menyadari sakit yang mendera kepalanya.

“Apa dia sudah bangun?”

“Apa kita perlu memukul kepalanya lagi”

“Bagaimana jika ia gegar otak? Aku takut, eonni!!!”

Kai penasaran dengan suara-suara tersebut. Suara-suara wanita. Sepertinya ada lebih dari satu wanita yang berada di sekitarnya. Akhinya ia benar-benar membuka kedua matanya. Dan terlihat dengan jelas cahaya tadi berasal dari lampu yang tepat berada di atasnya. Dan lagi, ia menyadari bahwa sekarang ia berada di atas sofa yeng empuk. Dimana ini? Begitu pikirnya. Bukankah tadi ia berada di kamar seorang perempuan? Lalu?

“Ya! Kim Jongin! Bangun sekarang!” teriak seorang perempuan yang ia kenal suaranya. Seperti suara… Hong Yookyung! Sontak ia pun langsung bangun, dan berada dalam posisi duduk yang sempurna.

Kini terlihat lagi dengan jelas. Ada enam orang perempuan yang duduk berjejeran di depannya. Dibatasi oleh meja tamu. Kai melihat satu-satu orang itu. Ada Hong Yookyung, yang merupakan teman sekelasnya, lalu seorang wanita dengan rambut ikal menggantung, wanita yang tadi buka baju di depannya, wanita berponi, wanita dengan rambut pendek, dan yang terakhir wanita berambut panjang yang sedang bergelayut pada wanita berambut pendek di depannya.

“Kau mengikutiku, huh?” tanya Yookyung kesal pada Kai.

“Habis… kau tidak memberitahuku rumahmu,” jawab Kai sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal, tapi tidak jadi mengingat kepalanya masih sakit.

“Eonni! Kita apakan orang ini! Tadi dia mengintipmu ‘kan?” tanya Yookyung pada wanita yang tadi ‘Kai intip’.

“Hei, tapi dia teman sekolah mu dengan Naeun ‘kan? Jangan terlahu jahat…” ucap wanita berponi pada Yookyung.

“Hei, apa kepala mu tidak apa-apa?” tanya wanita berambut ikal menggantung tersebut sambil tersenyum tidak enak pada Kai.

“Tidak apa-apa, terima kasih,” ucap Kai senang karena ada juga orang yang perhatian padanya di saat seperti ini.

“Ja-jangan berterima kasih Kai-ssi, Eh, Jongin atau Kai?” tanya wanita dengan muka watados pada Yookyung yang berada di sebelahnya.

“Si penyusup!” jawab Yookyung sarkastis.

“Aishh! Yasudahlah! Kai, pokoknya aku minta maaf!” ucap wanita itu lantang sambil membungkukan badannya.

“Minta maaf? Untuk apa?” tanya Kai bingung.

Hening setelah itu. Wanita itu mengangkat kepalanya dan menoleh tidak pada wanita yang-tadi-diintip-oleh-Kai. Sementara itu yang ditatap tidak tahu harus berkata apa.

“Be-begini…” ucap wanita itu.

Flashback

“Kamu… siapa?” tanya wanita itu, dengan mata yang tak kalah melototnya dengan Kai.

“Kai…” jawabnya dengan senyum nelangsa. Entah mengapa di saat seperti ini ia sempat-sempatnya tersenyum.

‘Cklek’

“Eonni!!!”

‘Duagh’

‘Bruk’

“Eh? Ada orang?” tanya seseorang yang tadi membuka pintu dengan keras.

Sekarang dua wanita itu menatap kosong pada tubuh Kai yang ambruk dengan tidak elit  di kamar itu.
“Eonni… dia siapa?” tanya si pembuka pintu dengan tampang watados.

“Kai… katanya…” jawab si ‘Eonni’ masih dengan posisi hampir membuka baju.

Kemudian datanglah Yookyung dari kamar sebelah  yang merasa aneh dengan suara di sebelah kamarnya. “Bomi eonni? Ada apa?” tanyanya begitu melihat sosok ‘Bomi eonni’ yang berada di ambang pintu kamar.

Bomi menoleh, “Ada Kai di kamar Chorong eonni,” jawab Bomi yang sepertinya masih dalam masa transit.

“Ada Kai di kamar Chorong eonni?” ulang Yookyung dengan tidak yakin. Rasa penasarannya makin menyeruak saat mendengar nama Kai. Ia pun bergegas pergi menuju tempat Bomi.

Dilihatnya si pemilik kamar yang sedang dalam posisi hendak mengganti baju. Si pemilik kamar yang di pastikan bernama ‘Chorong eonni’ itu sedang melihat ke bawah yang membuat Yookyung juga ikut melihat kebawah.

Kedua matanya melotot. “Ya! Kim Jongin!’ teriaknya histeris.

Flashback off.

“Aku benar-benar minta maaf Kai-ssi!” ucap Bomi, pelaku atas sakit yang di dera oleh Kai.

“Tidak apa-apa, akulah yang salah…” ucap Kai tambah tidak enak.

“Sepertinya aku pernah melihat wajahmu,” ucap Chorong, yang tadi ‘diintip’ oleh Kai.

“Mukanya itu pasaran eonni!” ucap Yookyung kesal.

“Ya~ Yookyung eonni, kenapa dari tadi marah-marah terus sih~” ucap wanita yang begelayut pada wanita berambut pendek. Ia menyebut Yookyung dengan ‘Eonni’, berarti ia lebih muda dari Yookyung dan Kai, pikir Kai.

“Dia itu!! Aishh!!” ucapnya kesal sambil menunjuk-nunjuk Kai. Yookyung mengambil nafas panjang dan menghembuskannya perlahan. “Tadi sore, dia mau kesini, alasannya ingin menjenguk Naeun. Tentu saja aku tidak memperbolehkannya,” jelas Yookyung. Kelima wanita yang mendengarkan itu mengangguk berjamaah mendengarkan penuturan Yookyung.

“Maaf, aku benar-benar penasaran. Habisnya ia bilang padaku bahwa ia membenciku, padahal kami tidak pernah bertemu. Aku bingung. Aku minta maaf,” ucap Kai menyesal.

Mendengar penuturan Kai, keenam  wanita itu saling berpandangan dalam diam. Kai memandangi mereka satu persatu, seperti ada yang aneh. “Ah, dan juga, aku minta maaf karena telah masuk ke kamar noona sembarangan, dan mengintip…..” ucapnya lagi semakin kecil di akhir kata.

“Tidak apa-apa, Kai-ssi. Aku tahu kamu tidak berbuat jahat,” ucap Chorong bijak.

Kai lega, “Terima kasih, noona!” ucapnya sambil membungkuk dengan semangat.

“Eum… Kami akan membicarakan sesuatu padamu, tapi kamu jangan merasa aneh dulu ya,” ucap Chorong serius.

Kai merasa ada yang aneh. “Ada apa ya, Noona?” tanya Kai penasaran.

“Mengenai Naeun kami…” ucap wanita berponi depan yang berada di sebelah Chorong. Ia menggantungkan kalimatnya dan melirik pada Chorong agar ia yang melanjutkannya. Kai makin penasaran.

“Naeun kami, karena ada suatu trauma dalam hidupnya, ia jadi membenci laki-laki. Maka dari itu, ia menjalani Homeschooling SHS, dan hanya datang ke sekolah saat upacara penerimaan murid baru saja,” ucap Chorong panjang lebar.

“Dan karena itu juga, orang tua kami dan ibunya yang memang sudah dekat sejak SMA dulu, memutuskan untuk membeli rumah ini, dan kami bertujuh pun tinggal disini,” sambung wanita berponi depan tersebut.
Kai melongo mendengarkan penjelasan mereka. Seperti kisah tidak nyata dan tak dapat dipercaya. Tapi bagaimanapun juga ya dia harus percaya.

Yookyung ternyata menangkap gelagat Kai. “Aku tahu kau pasti tidak percaya. Tapi ini yang sebenarnya. Kami tidak bisa bercerita lebih dari ini. Sekarang kau pulang saja. Sebelum Naeun melihatmu,” tukasnya.
“Melihat apa?”

“EHHH”

-To Be Continued-

No comments:

Post a Comment

Yang udah berkunjung mohon tinggalkan untuk komentar. Saranghaeyo <3