Title :
AWAKE
Length/Part :
Chapter, 2/?
Cast :
Kim Jongin (Kai), Son Naeun, Hong
Yookyung, Park Chorong, Yoon Bomi, Jung Eunji, Kim Namjoo, Oh Hayoung
Rate :
T for Tua #plak -_-v
Genre :
School, Hurt and Comfort, Friendship, Romance
Disclaimer :
Story belong to me ME and the character belong to theirs.
.
Don’t like? Don’t read! Easy right than you spend your time
for bashing
.
Menjadi seorang penyusup memanglah tidak mudah. Apalagi bagi
orang yang baru pertama kali melakukannya.
Suasana di dalam rumah itu sangat sepi. Padahal dihuni oleh
tujuh orang gadis. Setahu Kai, gadis-gadis itu sangatlah berisik. Itu menurut
pengalamannya. Hehe.
Setelah berulang kali menengokkan kepala ke kanan dan ke
kiri, dan setelah mendapatkan feeling aman, ia pun segera kabur dari dapur,
tempat dimana ia masuk pertama kali, menuju ke sebuah tangga putih besar yang
tak jauh dari ruang itu. Dengan segera ia melangkahkan kakinya ke lantai 2. Itu
juga menurut feelingnya, mungkin kamar-kamar anak perempuan berada di lantai 2.
Perlahan-lahan ia menaiki tangga tersebut. Sempat terkejut
juga dirinya pada suara-suara aneh yang terjadi di sepanjang tangga. Seperti
dalam film atau drama horor saja, batinnya.
Sesampainya diatas, ia langsung saja masuk kesebuah kamar
yang tak jauh dari pangkal tangga. Pasalnya ia mendengar langkah kaki dari
bawah tangga. Ditempelkannya telinganya pada daun pintu dari dalam, berusaha
mendengarkan pergerakan yang terjadi di luar sana.
Langkah kaki itu terdengar berlalu begitu saja di luar sana.
Kai pun bernafas dengan lega. Tapi mungkin itu berlangsung sementara saja.
Masalahnya, ia tak tahu sekarang berada di ruangan apa. Baru tersadar bahwa ia
mencium bau parfum khas wanita dari ruangan itu. Ia pun membalikkan badannya.
Dan badannya pun kaku seketika.
Matanya melebar.
“Maaf.” Hanya itu yang keluar dari mulutnya.
Tak jauh di depannya, seorang wanita yang kira-kira lebih
tua darinya sedang dalam posisi hendak membuka baju. Atau mungkin sudah
membukanya, tapi pergerakannya terhenti saat Kai masuk.
“Kamu… siapa?” tanya wanita itu, dengan mata yang tak kalah
melototnya dengan Kai.
“Kai…” jawabnya dengan senyum nelangsa. Entah mengapa di
saat seperti ini ia sempat-sempatnya tersenyum.
‘Cklek’
“Eonni!!!”
‘Duagh’
Dan semuanya pun menjadi gelap.
.
.
Terdengar erangan kecil dari mulut Kai. Perlahan ia
mengerjapkan matanya. Menangkap seberkas cahaya berwarna putih yang tepat
berada di atasnya.
‘Nyut’
“Aishh!” erangnya lagi saat menyadari sakit yang mendera
kepalanya.
“Apa dia sudah bangun?”
“Apa kita perlu memukul kepalanya lagi”
“Bagaimana jika ia gegar otak? Aku takut, eonni!!!”
Kai penasaran dengan suara-suara tersebut. Suara-suara
wanita. Sepertinya ada lebih dari satu wanita yang berada di sekitarnya.
Akhinya ia benar-benar membuka kedua matanya. Dan terlihat dengan jelas cahaya
tadi berasal dari lampu yang tepat berada di atasnya. Dan lagi, ia menyadari
bahwa sekarang ia berada di atas sofa yeng empuk. Dimana ini? Begitu pikirnya.
Bukankah tadi ia berada di kamar seorang perempuan? Lalu?
“Ya! Kim Jongin! Bangun sekarang!” teriak seorang perempuan
yang ia kenal suaranya. Seperti suara… Hong Yookyung! Sontak ia pun langsung
bangun, dan berada dalam posisi duduk yang sempurna.
Kini terlihat lagi dengan jelas. Ada enam orang perempuan
yang duduk berjejeran di depannya. Dibatasi oleh meja tamu. Kai melihat
satu-satu orang itu. Ada Hong Yookyung, yang merupakan teman sekelasnya, lalu
seorang wanita dengan rambut ikal menggantung, wanita yang tadi buka baju di
depannya, wanita berponi, wanita dengan rambut pendek, dan yang terakhir wanita
berambut panjang yang sedang bergelayut pada wanita berambut pendek di
depannya.
“Kau mengikutiku, huh?” tanya Yookyung kesal pada Kai.
“Habis… kau tidak memberitahuku rumahmu,” jawab Kai sambil
menggaruk kepalanya yang tidak gatal, tapi tidak jadi mengingat kepalanya masih
sakit.
“Eonni! Kita apakan orang ini! Tadi dia mengintipmu ‘kan?”
tanya Yookyung pada wanita yang tadi ‘Kai intip’.
“Hei, tapi dia teman sekolah mu dengan Naeun ‘kan? Jangan
terlahu jahat…” ucap wanita berponi pada Yookyung.
“Hei, apa kepala mu tidak apa-apa?” tanya wanita berambut
ikal menggantung tersebut sambil tersenyum tidak enak pada Kai.
“Tidak apa-apa, terima kasih,” ucap Kai senang karena ada
juga orang yang perhatian padanya di saat seperti ini.
“Ja-jangan berterima kasih Kai-ssi, Eh, Jongin atau Kai?”
tanya wanita dengan muka watados pada Yookyung yang berada di sebelahnya.
“Si penyusup!” jawab Yookyung sarkastis.
“Aishh! Yasudahlah! Kai, pokoknya aku minta maaf!” ucap
wanita itu lantang sambil membungkukan badannya.
“Minta maaf? Untuk apa?” tanya Kai bingung.
Hening setelah itu. Wanita itu mengangkat kepalanya dan
menoleh tidak pada wanita yang-tadi-diintip-oleh-Kai. Sementara itu yang
ditatap tidak tahu harus berkata apa.
“Be-begini…” ucap wanita itu.
Flashback
“Kamu… siapa?” tanya wanita itu, dengan mata yang tak kalah
melototnya dengan Kai.
“Kai…” jawabnya dengan senyum nelangsa. Entah mengapa di
saat seperti ini ia sempat-sempatnya tersenyum.
‘Cklek’
“Eonni!!!”
‘Duagh’
‘Bruk’
“Eh? Ada orang?” tanya seseorang yang tadi membuka pintu
dengan keras.
Sekarang dua wanita itu menatap kosong pada tubuh Kai yang
ambruk dengan tidak elit di kamar itu.
“Eonni… dia siapa?” tanya si pembuka pintu dengan tampang
watados.
“Kai… katanya…” jawab si ‘Eonni’ masih dengan posisi hampir
membuka baju.
Kemudian datanglah Yookyung dari kamar sebelah yang merasa aneh dengan suara di sebelah
kamarnya. “Bomi eonni? Ada apa?” tanyanya begitu melihat sosok ‘Bomi eonni’
yang berada di ambang pintu kamar.
Bomi menoleh, “Ada Kai di kamar Chorong eonni,” jawab Bomi
yang sepertinya masih dalam masa transit.
“Ada Kai di kamar Chorong eonni?” ulang Yookyung dengan
tidak yakin. Rasa penasarannya makin menyeruak saat mendengar nama Kai. Ia pun
bergegas pergi menuju tempat Bomi.
Dilihatnya si pemilik kamar yang sedang dalam posisi hendak
mengganti baju. Si pemilik kamar yang di pastikan bernama ‘Chorong eonni’ itu
sedang melihat ke bawah yang membuat Yookyung juga ikut melihat kebawah.
Kedua matanya melotot. “Ya! Kim Jongin!’ teriaknya histeris.
Flashback off.
“Aku benar-benar minta maaf Kai-ssi!” ucap Bomi, pelaku atas
sakit yang di dera oleh Kai.
“Tidak apa-apa, akulah yang salah…” ucap Kai tambah tidak
enak.
“Sepertinya aku pernah melihat wajahmu,” ucap Chorong, yang
tadi ‘diintip’ oleh Kai.
“Mukanya itu pasaran eonni!” ucap Yookyung kesal.
“Ya~ Yookyung eonni, kenapa dari tadi marah-marah terus
sih~” ucap wanita yang begelayut pada wanita berambut pendek. Ia menyebut
Yookyung dengan ‘Eonni’, berarti ia lebih muda dari Yookyung dan Kai, pikir
Kai.
“Dia itu!! Aishh!!” ucapnya kesal sambil menunjuk-nunjuk
Kai. Yookyung mengambil nafas panjang dan menghembuskannya perlahan. “Tadi
sore, dia mau kesini, alasannya ingin menjenguk Naeun. Tentu saja aku tidak
memperbolehkannya,” jelas Yookyung. Kelima wanita yang mendengarkan itu
mengangguk berjamaah mendengarkan penuturan Yookyung.
“Maaf, aku benar-benar penasaran. Habisnya ia bilang padaku
bahwa ia membenciku, padahal kami tidak pernah bertemu. Aku bingung. Aku minta
maaf,” ucap Kai menyesal.
Mendengar penuturan Kai, keenam wanita itu saling berpandangan dalam diam.
Kai memandangi mereka satu persatu, seperti ada yang aneh. “Ah, dan juga, aku
minta maaf karena telah masuk ke kamar noona sembarangan, dan mengintip…..”
ucapnya lagi semakin kecil di akhir kata.
“Tidak apa-apa, Kai-ssi. Aku tahu kamu tidak berbuat jahat,”
ucap Chorong bijak.
Kai lega, “Terima kasih, noona!” ucapnya sambil membungkuk
dengan semangat.
“Eum… Kami akan membicarakan sesuatu padamu, tapi kamu
jangan merasa aneh dulu ya,” ucap Chorong serius.
Kai merasa ada yang aneh. “Ada apa ya, Noona?” tanya Kai
penasaran.
“Mengenai Naeun kami…” ucap wanita berponi depan yang berada
di sebelah Chorong. Ia menggantungkan kalimatnya dan melirik pada Chorong agar
ia yang melanjutkannya. Kai makin penasaran.
“Naeun kami, karena ada suatu trauma dalam hidupnya, ia jadi
membenci laki-laki. Maka dari itu, ia menjalani Homeschooling SHS, dan hanya
datang ke sekolah saat upacara penerimaan murid baru saja,” ucap Chorong
panjang lebar.
“Dan karena itu juga, orang tua kami dan ibunya yang memang
sudah dekat sejak SMA dulu, memutuskan untuk membeli rumah ini, dan kami
bertujuh pun tinggal disini,” sambung wanita berponi depan tersebut.
Kai melongo mendengarkan penjelasan mereka. Seperti kisah
tidak nyata dan tak dapat dipercaya. Tapi bagaimanapun juga ya dia harus
percaya.
Yookyung ternyata menangkap gelagat Kai. “Aku tahu kau pasti
tidak percaya. Tapi ini yang sebenarnya. Kami tidak bisa bercerita lebih dari
ini. Sekarang kau pulang saja. Sebelum Naeun melihatmu,” tukasnya.
“Melihat apa?”
“EHHH”
-To Be Continued-
No comments:
Post a Comment
Yang udah berkunjung mohon tinggalkan untuk komentar. Saranghaeyo <3